PENGARUH BIMBEL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SD – SMP – SMA 
DI SEKOLAHNYA
PENELITIAN ETNOGRAFI PENDIDIKAN
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Antropologi
Dosen Pengampu : Sahlul Fuad, S.Ag. M.Si
Hasil gambar untuk PTIQ
Disusun oleh :
Ani Suparni (171311720)
Anisa (171311721)
Ratu Balqis (171311748)
Rusdianto (171311750)
Ine Ratu Fadliah (14211731)

PROGRAM STUD I P ENDIDIKAN AGAMA ISLAM
JURUSAN TARBIYAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
INSTITUT PERGURUAN TINGGI ILMU ALQURAN JAKARTA
TAHUN 2018


Abstrak

Nama : Ani Suparni (171311720), Anisa (171311721), Ratu Balqis (171311748),
            Rusdianto (171311750), Ine Ratu Fadliah (14211731),
Judul  : PENGARUH BIMBEL TERHADAP PRESTASI BELAJAR
           SISWA SD – SMP – SMA DI SEKOLAHNYA .
Tugas : Penelitian Etnografi Pendidikan
       
          Penelitian Etnografi ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Alasan siswa memilih sebuah Bimbel (bimbingan belajar). (2) Pengaruh Bimbel terhadap prestasi siswa di sekolahnya.
         Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Etnografi. Sumber data yang digunakan informasi dari pelajar SD kelas IV, V, SMP kelas VII, SMA kelas X, XI, di Bimbel Al Qur’aniyyah Radio Dalam Jakarta. Dalam pengumpulan data menggunakan observasi langsung. Untuk menganalisis data penelitian ini menggunakan empat komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan.
        Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa 1) Alasan siswa memilih belajar tambahan di Bimbel adalah sebagai tempat bimbingan dalam meningkatkan prestasi di sekolahnya, yaitu : (a) Merasa nilai mata pelajarannya kurang sehingga membutuhkan bantuan untuk bimbingan belajarnya, (b) dengan belajar di Bimbel dapat meningkatkan nilai mata pelajarannya, (b) saran dari orang tua yang merasa nilai anaknya kurang bagus. (c) ingin nilai ulangan Harian (UH), UTS dan UAS-nya bagus. Alasan siswa mengikuti Bimbel beragam, tidak terbatas pada keinginan untuk meningkatkan nilai saja. 2) Pengaruh siswa yang sudah mengikuti Bimbel: (a) Nilai di rapot meningkat. (b) Rata-rata siswa Bimbel mendapat rangking 10 besar di kelasnya. Bimbel boleh saja mengatakan dapat membantu meningkatkan prestasi belajar, namun peran sekolah dan kemauan dari pelajarlah yang menentukan prestasi belajarnya.
Kata Kunci : Bimbel, Prestasi Belajar, Siswa SD – SMP - SMA.

PENDAHULUAN

A. Data Empirik Penelitian Etnografi Terhadap Siswa Bimbel

1. Deskripsi Data

     Sebagai pengantar bukti argumentasi dari penelitian yang diadakan 20 hari belajar terhitung dari tanggal 6 Agustus – 6 September 2018, dengan alokasi waktu untuk observasi 16 - 20 jam/peneliti. Moleong (2007:7) menyatakan penelitian kualitatif lebih menekankan pada aspek proses daripada sekedar hasil. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi. Studi Etnografi mendeskripsikan dan menginterpretasikan budaya, kelompok sosial atau sistem. Meskipun makna budaya itu sangat luas, tetapi studi etnografi biasanya dipusatkan pada pola‐pola kegiatan, bahasa, kepercayaan, ritual dan cara‐cara hidup (Sukmadinata, 2006: 62).
penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Etnografi. Informan adalah siswa Bimbel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara interaktif. Keabsahan data digunakan ternik triangulasi. Hasil Penelitian (1) Budaya belajar siswa bimbingan belajar dalam Bimbel dengan cara memperhatikan, mencatat dan mengerjakan latihan soal. Jadwal Bimbel seminggu 4 kali dengan waktu 120 menit. Setting tempat duduk berbeda-beda tergantung situasi dan kondisi. Aspek pembelajaran yang harus dipenuhi siswa yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Tutor selalu memotivasi siswa dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Sumber belajar yang digunakan adalah buku paket belajar masing-masing sekolah. Tutor menggunakan metode kontekstual, ceramah dan tanya jawab. Media yang digunakan yaitu papan white board, sepidol, penghapus dan alat peraga. Komunikasi antara siswa dengan tutor berlaku sebagai interaksi. Interaksi antara siswa dengan teman satu kelompok maupun dengan tutor terjalin dengan baik. Motivator siswa masuk bimbingan belajar dari siswa dan orang tua (2) Budaya belajar siswa Bimbel di luar kelas antara lain: Siswa belajar dengan mengamati, mencatat dan bertanya jika kesulitan. Sumber belajar yang digunakan adalah lingkungan Bimbel, modul, dan buku terbitan lain. Saat istirahat siswa memilih untuk jajan di warung depan tempat Bimbel atau tetap di kelas Bimbel. Intensitas dalam belajar di Bimbel dilakukan dengan waktu 1-2 jam. Sebagian besar siswa Bimbel Sekolah di SD Negrei, SMP Negeri dan Swasta serta SMA Negeri,
Dalam pengumpulkan data, peneliti menggunakan pendekatan etnografi dengan menginterpretasikan budaya belajar di Bimbel melalui tahapan-tahapan masing-masing karakter siswa, tentunya antara siswa SD, SMP dan SMA berbeda pola pendekatannya. Beberapa metode diterapkan di Bimbel itu untuk mendapatkan pola khusus agar prestasi belajar mudah didapat. Metode yang digunakan peneliti diantaranya adalah metode observasi, metode wawancara, dokumentasi dan metode tes soal. Dan hasil observasi awal adalah sebagai berikut:

1). Hasil Observasi
Observasi yang dilakukan peneliti adalah sebelum melakukan penelitian
dan saat berlangsungnya penelitian. Sebelum melakukan penelitian, mengamati pembelajaran matematika di kelas dan observasi. Saat berlangsungnya penelitian peneliti mengamati siswa sedang mengerjakan materi pembelajaran Bimbelnya yang belum dipahami. Hasil observasi sebelum penelitian dan yang dilakukan selama pembelajaran matematika SD kelas 4 dan 5, SMP kelas 7 dan SMA kelas X , XI adalah guru Bimbel melakukan kegiatan belajar mengajar mata pelajaran matematika yang berlangsung secara bergantian sesuai kelas. Pengamatan observasi belajarnya langsung, pembelajaran berpusat pada guru dan siswa menggunakan pendekatan khusus. Pada pertemuan kali ini guru aktif menjelaskan materi beserta memberikan banyak contoh untuk memudahkan siswa dalam memahami materi tersebut. Guru juga menunjuk beberapa siswa untuk menjawab pertanyaan yang diberikan secara bergantian. Siswa mendapat fasilitas papan tulis kecil untuk menjawab apa yang ditanyakan lengkap dengan cara penyelesaiannya.
Berdasarkan wawancara dengan guru Bimbel, sebelum melakukan
observasi ini, beliau mengatakan bahwa siswa yang mengikuti bimbingan belajar ada sebagian yang hasil belajarnya lebih bagus daripada siswa yang tidak mengikuti bimbingan belajar. Hasil observasi yang dilakukan peneliti adalah siswa yang mengikuti bimbingan belajar maupun yang tidak mengikuti bimbingan belajar ada sebagian lebih tenang dalam mengerjakan soal. Ada juga siswa yang mengikuti bimbingan belajar lebih suka bertanya dari soal yang diberikan peneliti.

2). Wawancara
Wawancara dilakukan oleh peneliti (Ani Suparni) dengan Zrln, (Rusdianto) dengan Lkmn. (Ine Ratu) dengan Ad. (Anisa) dengan Kn. (Ratu Balqis) dengan Fdl saat mereka mengerjakan Bimbel yang diberikan peneliti dan guru Bimbel.
Paparan data hasil wawancara yang peneliti lakukan kepada sebagian siswa yang mengikuti Bimbel adalah sebagai berikut:
1. Paparan hasil wawancara peneliti (Ani Suparni) dengan Zrln.kelas X.
Wawancara saat Bimbel sesudah mengerjakan soal matematika SMA kelas X
P     :”Kamu mengikuti Bimbel sudah berapa lama?”
Zrln :”Saya mengikuti Bimbel ini dari SD kelas VI, kira-kira 5 tahunan.”
Zrln :”Bimbel yang kamu ikuti ini, semua mata pelajaran atau hanya
         matematika saja.”
Zrln :”Semua mata pelajaran Bu.”
P     :”Menurut kamu, apakah hasil belajar yang diperoleh ada peningkatan?”
Zrln :”Iya, pasti Bu, sangat meningkat nilai Matematika UN saya dari SD dan
         SMP dapat 100, saya selalu lima besar di sekolah.”
P     :”Di semua pelajaran, apa hanya pelajaran-pelajaran tertentu?”
Zrln  :”Alhamdulillah, di semua mata pelajaran bu.”

Hasil wawancara diatas menunjukan bahwa Art. telah mengikuti Bimbel untuk semua mata pelajaran diluar sekolah. Dan dengan mengikuti Bimbel tersebut,Zrln. mengaku hasil belajar dari semua mata pelajaran sangat meningkat.

2. Paparan hasil wawancara peneliti (Rusdianto) dengan Lkmn kelas XI.
Wawancara saat Bimbel sesudah mengerjakan soal Fisika.
P :”Sudah berapa lama kamu mengikuti Bimbel ini?”
Lkmn :”Sejak saya kelas X, tepatnya sejak Juli 2017 Pak.”
P :”Apa yang kamu dapat dari pembelajaran di Bimbel ini?”
Lkmn. :”Banyak, selain pelajaran utama jurusan saya, motivasi penjurusan
kuliahpun saya dapati dari Bimbel ini. Saya termotivasi untuk belajar
ekstra agar masuk siswa undangan PTN.”
P :”Kamu mengikuti Bimbel atas keinginan orang tua, kemauan sendiri atau
ikut-ikutan teman?”
Lkmn. :”Awalnya saya diajak teman karena saya lemah dalam hal matematika,
tetapi bukan ikut-ikutan. Saya ingin pandai seperti teman saya sehingga
saya bergabung di Bimbel ini.”
P :”Terus menurut kamu, dengan ikut Bimbel, apa prestasi hasil belajar
kamu meningkat?”
Lkmn. :”Iya Pak, sangat meningkat, awalnya saya kurang memahami
Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi, setelah mengikuti Bimbel ini
semua pelajaran itu nilainya meningkat drastis.”
P :”Di semua pelajaran, apa hanya pelajaran-pelajaran di atas?”
Lkmn. :”Ya hamper semua mata pelajaran meningkat, Pak ( sambil tersenyum).
P :”Bagaimana membagi waktu jika ada tugas sekolah lain?”
Lkmn :”Bimbel ini sangat flesibel, siswa yang tidak hadir bisa bertanya lewat
Line atau WA.”
P : “Kalau begitu teruskan belajar Fisikanya supaya nilainya lebih sempurna.
Lkmn. : “Baik Pak
Hasil wawancara diatas menunjukan bahwa Lqmn. telah mengikuti Bimbel untuk semua mata pelajaran diluar sekolah. Dengan mengikuti Bimbel tersebut, Lqmn. mengakui hasil belajarnya meningkat

3. Paparan hasil wawancara peneliti (Ine Ratu Fadiah) dengan Ad..
Wawancara saat Bimbel sesudah mengerjakan PR dari sekolahnya.
P :”Kamu mengikuti Bimbel sudah berapa lama?”
Ad. :”Sudah 6 (enam ) tahunan, sejak kelas 2 (dua) SD.”
P :”Kamu mengikuti Bimbel ini tidak bosan?”
Ad. :”Tidak, Bu.”
P :”Bagaimana kalau teman kamu mengajak belajar di Bimbel lain, mau ikut
atau tetap di Bimbel ini?”
Ad. :”Kata Mama saya sampai SMA saya belajar di sini, karena sudah cocok
cara mengajarnya.”
P :”Bagaimana nilai UH (Ulangan Harian) selama di SMPN 19 apakah
nilainya sama dengan teman-teman lain yang tidak ikut Bimbel?”
Ad. :”Biasa-biasa aja tuh Bu, mudah-mudahan nilainya bagus, yang pasti saya
bisa mengerjakannya, masalah nilai belum tahu baru masuk sekolah 2 bulan.
Yang penting PR bisa terbantu dari Bimbel ini gitu Bu.”
P :”Berarti tidak ada peningkatan dong, dengan mengikuti Bimbel ini?”
Ad. :”Bukan itu maksud saya, di SMP saya baru ikut UH 1 kali, masalah nilai
belum tahu gurunya belum memberi tahu tetapi Insya Allah saya bisa.
Mudah-mudahan saja nanti nilainya bagus supaya ada peningkatan. ( sambil
tertawa ).
P :”Kalau pelajaran matematika, meningkat apa tidak?”
Ad. :”Sepertinya meningkat Bu, ini saya bisa mengerjakan soal yang diberikan
Bimbel tapi ndak tau salah benarnya (sambil menunjukkan jawabannya ).”
Hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa Ad. telah mengikuti Bimbel untuk semua mata pelajaran diluar sekolah. Dengan mengikuti Bimbel tersebut hasil belajar dalam semua mata pelajaran mudah-mudahan bagus karena belum diberitahukan oleh gurunya. Dalam mata pelajaran matematika Ad. mengaku mengalami peningkatan dengan mengikuti.

4. Paparan data hasil wawancara peneliti (Anisa) dengan Fdl. Kelas V.
Wawancara saat Bimbel sesudah mengerjakan PR dari sekolahnya
P :”Sejak kapan kamu belajar di Bimbel ini?”
Fdl. :”Sejak SD kelas 1 terus berhenti. Mulai lagi dari kelas 5 ini”
P :”Kamu mengikuti Bimbel di mana sebelum kembali ke sini?”
Fdl. :”Bimbel di guru saya.”
P :”Mengapa kembali ke Bimbel ini lagi, apakah hasil belajar kamu tidak
meningkat?”
Fdl. :”Ndak tau kak (sambil senyum-senyum).”
P :”Kok ndak tau, nilai ulangan dan rapotnya bagaimana kemarin, ada
peningkatan atau tidak setelah ikut bimbel di gurunya itu?
Fdl. :”Biasa-biasa aja tuh kak, saya kan ikut bimbel kalau ada Pekerjaan Rumah
saja kak (sambil tetawa).”
P :”Berarti tidak ada peningkatan hasil belajar?”
Fdl. :”Tidak tau kak (sambil tertawa).
P :”Setelah kembali ke Bimbel ini bagaimana, Kamu bisa tidak mengerjakan
soal matematika yang kakak berikan ini?”
Fdl. :”Tidak kak (sambil menunjukkan jawabannya yang padahal sudah
hampir selesai dari 4 soal ).”
Hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa Fdl. telah mengikuti Bimbel ini kemudian pindah ke Bimbel gurunya kalau ada PR saja. Sehingga prestasi nilainya belum mencapai target KKM dari Bimbel ini. Dengan kembalinya di Bimbel ini, diharapkan dapat memperbaiki prestasi yang sempat tertinggal, ia tidak mengetahui apakah ada perubahan atau tidak pada hasil belajarnya. Ia mengaku tidak dapat mengerjakan soal yang diberikan meskipun dalam lembar jawaban tersebut ia hampir menyelesaikan soal semuanya.

5. Paparan hasil wawancara peneliti (Ratu Balqis) dengan Kn.kelas IV.
Wawancara saat Bimbel sesudah mengerjakan latihan soal matematika dari sekolahnya
P :”Sejak kapan kamu belajar di Bimbel ini?”
Kn. :”Sejak TK waktu belajar Calistung terus berhenti, masuk lagi kelas 4 ini”
P :”Kamu mengikuti Bimbel di mana sebelum kembali ke sini?”
Kn.. :”Bimbel di guru saya.”
P :”Mengapa kembali ke Bimbel ini lagi, apakah hasil belajar kamu tidak
meningkat?”
Kn. :”Ndak tau kak (sambil senyum-senyum), saya disuruh Mama untuk
Bimbel di sini ja.”
P :”Kok ndak tau, nilai ulangan dan rapotnya bagaimana, ada peningkatan
atau tidak setelah ikut bimbel di gurunya itu?”
Kn. :”Nilainya biasa-biasa aja kak, saya kan ikut bimbel di rumah Guru itu
sebentar kok ga lama kak (sambil tetawa).”
P :”Berarti tidak ada peningkatan hasil belajar?”
Kn. :”Tidak tau kak (sambil tertawa).
P :”Baik, kembalinya ke Bimbel ini bagaimana, Kamu bisa tidak
mengerjakan soal matematika yang kakak berikan ini?”
Kn. :”Insya Allah saya coba kalau salah bagaiman?” (sambil menunjukkan
jawabannya yang sudah selesai dikerjakan ).”
Hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa Kn. telah mengikuti Bimbel ini kemudian pindah ke Bimbel gurunya, sehingga ada beberapa mata pelajaran prestasinya belum mencapai target KKM di sekolahnya. Dengan kembalinya di Bimbel ini, diharapkan dapat memperbaiki prestasi yang sempat tertinggal, ia tidak mengetahui apakah ada perubahan atau tidak pada hasil belajarnya. Ia mengaku tidak dapat mengerjakan soal yang diberikan sebelum wawancara ini ia hampir menyerah tidak mau menyelesaikan soal semuanya
Kegiatan wawancara yang dilakukan dengan lima siswa diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar mereka ada yang mengalami peningkatan pada semua mata pelajaran ada pula yang meningkat hanya pada beberapa mata pelajaran saja, serta ada pula yang menyatakan bahwa dengan mengikuti Bimbel hasil belajar pada semua mata pelajaran biasa-biasa saja atau dapat diartikan sama seperti biasanya seperti sebelum mengikuti Bimbel. Dan sebagian dari mereka mengaku bahwa mengikuti Bimbel agar dapat membantu dalam mengerjakan PR dan tugas-tugas lainnya.

3) Hasil Tes
Hasil tes dari penilaian latihan penyelesaian soal-soal yang dikerjakan siswa Bimbel pada saat peneliti mengobservasi sebelum wawancara adalah sebagai tolak ukur keberhasilan prestasi sementara dari apa yang dipelajari di Bimbel itu. Hasilnya sebagai berikut;

Hasil Belajar Siswa Sampel Penelitian
Sekolah (kls)
Nama Sampel
Nilai Rata-rata (10x tes)
SD (IV)
SD (V)
SMP (VII)
SMA (X)
SMA (XI)
Kn
Fdl
Ad
Zrln
Lqmn
75
78
84
100
93
Dari data empirik yang diperoleh melalui wawancara dan tes, penerapan layanan Bimbel dengan memanfaatkan kelompok belajar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.Dari data nilai latihan soal harian terjadi peningkatan rata-rata Disimpulkan melalui penerapan layanan Bimbel dengan memanfaatkan kelompok belajar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa di sekolahnya.


B. BUKTI ARGUMENTASI

1. Sumber Data
Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data yaitu:
1) Pengumpul data (Ani Suparni), siswa sampel (Zrln) SMA kelas X. (lamp.1)
2) Pengumpul data (Anisa), siswa sampel (Fdl) SD kelas V. (lamp.2)
3) Pengumpul data (Ratu Balqis) siswa sampel (Kn) kelas IV. (lamp.3)
4) Pengumpul data (Rusdianto) siswa sampel (Lqmn) kelas XI. (lamp.4)
5) Pengumpul data (Ine Ratu Fadliah) siswa sampel (Ad) kelas VII. (lamp.5)
  1. Sumber data sekunder adalah sumber data lewat dokumen berupa informasi nilai ulangan harian.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. H. B. Sutopo (2006: 93) menyatakan bahwa triangulasi sumber dilakukan dengan menggunakan beberapa sumber data berbeda, dimana data yang diperoleh dari sumber yang satu bisa lebih teruji bila dibandingkan dengan data sejenis dan sumber lain.
Cara ini mangarahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang sejenis dari berbagai sumber yang berdeda-beda, sehingga data-data yang dikumpulkan bisa dijadikan pembanding untuk diambil kesimpulan artinya data sejenis dari Bimbel yang sama tetapi siswa sampelnya berbeda kelas. Hal ini dimaksudkan untuk menguji kemantapan informasi yang diperoleh. Triangulasi metode yang digunakan untuk memperoleh data yang sejenis dilakukan melalui berbagai teknik pengumpulan data dalam bentuk wawancara, observasi, dan studi dokumen.
Adapun alasan peneliti memilih menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode adalah untuk menutup kemungkinan apabila kekurangan sumber atau salah satu metode. Selain itu, dalam penggunaan traingulasi data dan triangulasi metode mengarahkan peneliti dalam mengumpulkan data dengan menggunakan beragam sumber data yang tersedia dan untuk setiap sumber menggunakan lebih dari satu metode pengumpulan data, sehingga dalam pengumpulan data dapat lebih dipercaya kebenarannya.

2). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yaitu:
a. Observasi
Observasi dilakukan dari tanggal 6 Agustus sampai 6 September 2018 selama 20 hari belajar aktif dengan alokasi waktu 1 – 1,5 jam setiap kali observasi di Bimbel Al Qur’aniyyah Radio Dalam Jakarta. Untuk mengetahui kondisi, gejala-gejala atau aspek-aspek yang akan muncul berkaitan dengan permasalahn yang dikaji, peneliti sepakat membuat strategi bersama dalam penyusunan format wawancara, pembuatan soal sesuai buku paket masing-masing siswa dan evaluasi pengamatan secara global untuk menarik kesimpulan atas focus penelitian.
b. Wawancara
Wawancara dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan data ataupun informasi secara sistematis dan menyeluruh mengenai alasan siswa mengikuti Bimbel serta pengaruh terhadap prestasi di sekolahnya setelah mengikuti Bimbel.
c. Dokumentasi
Dokumentasi digunakan untuk melengkapi data yang diperoleh pada saat melakukan penelitian di lapangan, dalam hal dokumentasi digunakan untuk memperkuat hasil penelitian sehingga menjadi lebih akurat.

3). Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah memilih informan dan masalahnya secara mendalami jawaban dari hasil wawancara dan observasi yang didapat agar dipercaya untuk menjadi sumber data yang akurat. Peneliti mengambil sampel dengan siswa SD kelas IV dan V, SMP kelas VII dan SMA kelas X dan XI yang belajar di Bimbel Al Qur’aniyyah Radio Dalam Kebayoran Baru Jakrta Selatan.

4). Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah
Data reduksi dengan cara peneliti mengumpulkan data untuk kemudian melakukan perbandingan-perbandingan untuk mendapatkan nilai pembanding. Hasil dari pengumpulan data perlu direduksi dengan dibuat tabel. Dalam penelitian ini peneliti hanya mengambil data yang terfokus dalam obyek yang diteliti yaitu mengenai alasan siswa memilih Bimbel dan pengaruh prestasi siswa setelah mengikuti Bimbel. Dari table Hasil Nilai Rata-rata setelah mengikuti tes latihan soal yang dibuat peneliti saat penelitian sesuai buku paket masing-masing siswa sampel ternyata nilanya memang signifikan dapat memperbaiki prestasi belajar di sekolahnya.

C. PENELITIAN SEBELUMNYA

Sri Lestari, “LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR MELALUI PEMANFAATAN KELOMPOK BELAJAR SMK Negeri 2 Karanganyar – Jawa Tengah”, Jurnal Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling, Vol. 1, No. 1, Januari 2015

D. HASIL PENELITIAN

1. Pemilihan Bimbel Al Qur’aniyyah Radio Dalam Jakarta
Sebagai Tempat Meningkatkan Prestasi Belajar

Siswa yang memilih menggunakan Bimbel ini pada dasarnya adalah mencari kenyamanan, kemudahan dan solusi dalam belajar sehingga mereka bisa fokus. Perbedaan metode pengajaran dari setiap Bimbel sebenarnya sangat berpengaruh terhadap minat belajar siswa Bimbel itu.Siswa Bimbel menghendaki solusi dalam pemecahan masalah pelajaran sulit di sekolahnya dan itu terjadi pada setiap siswa. Bimbel ini memberikan layanan sesuai kebutuhan siswa bukan modul yang dikemas Bimbel untuk kebutuhan Bimbel itu sendiri. Yang terpenting adalah ketika mereka mengikuti Bimbel, tujuan mereka untuk meningkatka prestasi dapat tercapai
2. Pengaruh Siswa Yang Mengikuti Bimbel
Terhadap Prestasi Belajar di Sekolahnya

Para siswa yang mengikuti Bimbel ini memang tujuannya adalah meningkatkan prestasi. Pengaruh setelah mengikuti bimbel pun berbeda dari masing-masing siswa salah satunya adalah kenaikan nilai dari beberapa mata pelajaran khususnya Matematika, Fisika, Kimia, Biologi untuk siswa SMA. Beberapa siswa bahkan merasa mendapatkan peningkatan nilai yang cukup signifikan. Namun tidak semua siswa mengalami kenaikan prestasi. Bagi siswa yang baru memasuki Bimbel ini memang sedang dalam proses adaptasi sehingga pencapaian nilainya belum optimal.
Seperti fenomena Bimbel pada umumnya. Bimbel ini memiliki keunikan dan cara yang tidak dimiliki Bimbel lain. Hal ini tidak bisa dengan mudah diterapkan di tempat lain karena pengajarnya dituntut menguasai semua bidang ilmu dan menguasai Fisiologi sehingga memahami Psikologi Belajar dan Perkembangan siswanya. Pengelolaan ini merupakan sebuah keunggulan dari Bimbel Al Qur’aniyyah. Disamping keunggulan di atas, siswa juga dituntut untuk belajar Ulumul Qur’an dan Tahsin – tahfiz.
Kemampuan pengelolaan kelas menjadi kelebihan tersendiri bagi Bimbel untuk meningkatkan nilai jualnya di mata masyarakat khususnya pada siswa. Kelebihan lain yang dimiliki oleh Bimbel ini adalah sistem pembiayaan yang disesuaikan dengan kemampuan orang tua siswa dengan bermacam cicilan ada yang harian, mingguan, bulanan atau bagaimana kemampuannya sesuai kesepakatan awal. Pembiayaan ini subsidi silang dari yang memilki kemampuan lebih secara finansial. Keterbatasan tempat menjadi kendala untuk dapat menampung siswa lebih banyak. Bimbel ini membatasi siswa 6 – 10 siswa untuk tiap kelompok kelas belajarnya.
Bimbel ini membangun sebuah konsep bahwa untuk meningkatkan prestasi belajarnya siswa membutuhkan bantuan Bimbel. Konsep ini tidak masuk kedalam masyarakat secara tiba-tiba. Untuk dapat diterima oleh masyarakat, Bimbel ini menggunakan strategi yang dibutuhkan semua orang khususnya siswa sekolah yang menginginkan prestasi belajar bagus dan kelanjtannya dapat sekolah SMP Negeri atau SMA Negeri.
Bimbel ini membuat branding dengan siswa yang pintar dan berprestasi kemudian siswa yang kurang berprestasi ingin meningkatkan prestasinya tertarik megikuti Bimbel dengan harapan dapat meningkatkan prestasi belajar di sekolahnya. Masyarakat berpandangan bahwa siswa yang berprestasi karena mengikuti Bimbel adalah sesuatu yang wajar karena mendapat bimbingan yang khusus dalam belajarnya.

KESIMPULAN

Berdasarkan dari analisis data dalam penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Bimbel Alqur’aniyyah Radio Dalam Jakarta cukup efektif dalam membimbing siswanya sehingga siswanya termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran yang diselenggarakan setiap pertemuannya. Siswa aktif dalam menjawab dan memberikan pertanyaan, mampu menyelesaikan kesulitan-kesulitan dalam belajar di rumah maupun sekolah dan siswa lebih kreatif mengaplikasikan media pembelajaran berbasis teknologi modern.
2. Prestasi belajar siswa Bimbel di sekolahnya rata-rata nilainya diatas KKM dan 10 besar di kelasnya.Siswa Bimbel lebih memiliki semangat belajar yang tinggi, lebih bertanggung jawab dalam belajar, dan cenderung mempunyai pemahaman yang baik.
3. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara siswa Bimbel dengan prestasi belajara di sekolahnya, artinya semakin efektif siswa mengikuti Bimbel maka semakin tinggi prestasi belajar di sekolahnya, sebaliknya semakin kurang efektif mengikuti kegiatan Bimbelnya maka semakin rendah pula prestasi belajar di sekolahnya.

DAFTAR PUSTAKA

Abin, Syamsudin Makmun. Psikologi kependidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004).
Abu Muhammad Ibnu Abdullah. Prestasi belajar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008).
Burhan Bungin, M. Metode penelitian kuantitatif, (Jakarta: Kencana, 2006).
Dalyono, M. Psikologi pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2001).
Dewa Ketut Sukardi. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di sekolah, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002).
Dimyati Mahmud. Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2004).
__________. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010).
Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama. Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Bimbingan dan Konseling, (Jakarta :Departemen Pendidikan Nasional, 2004).
Dirjen Dikdasmen. Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kelas Di SD, SDLB, SLB, Tingkat Dasar, Dan MI , (Jakarta : Depdiknas, 2002).
Enik Nur Kholidah. Bimbingan dan Konseling Sosial. (Sleman Yogyakarta: IKAPI, 2013).
Juntika Nurikhsan. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. (Bandung: Refika Aditama, 2006).
Muhibin, Syah. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2003).
Prayitno, dan Erman Ani. Dasar-dasar bimbingan dan konseling, (Jakarta : Rineka Cipta, 2004).
Slameto. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2003).
__________. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010).
Sri Rumini. Psikologi Pendidikan. (Yogyakarta: Unit Percetakan dan Penerbitan (UPP) UNY, 2005).
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2012).
Suharsimi Arikunto. Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek, (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2008).

LAMPIRAN

Catatan Lapangan : Bimbel dan Prestasi Belajar
Tempat : Bimbel Al Qur’aniyyah Radio Dalam Jakarta
Informan : Zrln. Kelas X
Peneliti : Ani Suparni
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Pra penelitian
Wawancara
P dengan Zrln.
Senin, 6 Agustus 2018,pkl. 16.00-17.30
Hari ini saya memulai penelitian lapangan dengan satu tema yang telah ditentukan bersama dengan anggota tim penelitian yaitu mencari tahu hubungan antara Bimbel dengan prestasi belajar. Untuk tema ini saya akan mengobservasi secara mendalam melalui wawancara dengan perwakilan siswa peserta Bimbel yang disebut informen dengan nama inisial Zrln. Pertanyaan seputar masalah belajar di Bimbel dan hasil dari belajar itu. Penelitian dimulai dari pukul 16.00 – 17.30 WIB dimana saya langsung mendatangi salah satu siswa SMA kelas X
P :”Kamu mengikuti Bimbel sudah
berapa lama?”
Zrln :”Saya mengikuti Bimbel ini dari SD
kelas VI, kira-kira 5 tahunan.”
Zrln :”Bimbel yang kamu ikuti ini, semua
mata pelajaran atau hanya
matematika saja.”
Zrln :”Semua mata pelajaran Bu.”
P :”Menurut kamu, apakah hasil belajar
yang diperoleh ada peningkatan?”
Zrln :”Iya, pasti Bu, sangat meningkat
nilai Matematika UN saya dari SD
dan SMP dapat 100, saya selalu
lima besar di sekolah.”
P :”Di semua pelajaran, apa hanya
pelajaran-pelajaran tertentu?”
Zrln :”Alhamdulillah, di semua mata
pelajaran bu.”
Bimbel merupakan sing-katan dari Bimbingan belajar yang bermakna sebagai tempat kegiatan alternatif untuk menda-patkan pemahaman dan pendalaman materi pem-belajaran secara intensif dan lebih jelas.Bimbel sebagai pilihan belajar alternatifnya karena memberikan kontribusi nilai yang sangat signifikan.
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Latihan me-nyelesaikan 5 soal Matema-tika dari buku pengamatan di-fokuskan pada aspek kognitif Di hari penelitian ke-1 peneliti mencoba mengobservasi aspek kognitif melalui tes matematika. Untuk mengetahui kemam-
puan prestasi yang dicapai informan diberi soal latihan sesuai buku paket dari sekolahnya hasilnya memang 100. Membuktikan di awal penelitian memang informan ini masuk kategori sangat berprestasi
Dalam latihan matematika informan mampu menyelesaikan dengan sempurna soal yang diberikan peneliti .
Hari ke-2 pengamatan difokuskan pada aspek afektif terhadap latihan menyelesaikan soal Fisika Selasa. 7 Agustus 2018, pkl.16.00-17.30
Penelitian ke-2 peneliti mencoba mengobservasi aspek afektif yang ditampilkan dalam kegiatan belajar di Bimbel ini. Yang diamati adalah sikap saat menyelesaikan soal demi soal. Informan mengerjakannya dengan tenang dan kritis selalu bertanya jika tidak memahami. Keaktifannya dalam bertanya menunjukkan ia adalah siswa yang aktif dan memilki tanggung jawab jika tugasnya belum selesai tidak berhenti bertanya agar cepat selesai.
Di hari ke-2 ini tetap ada nilai latihan yang masuk yaitu latihan Fisika nilainya 92.
Aktif bertanya dalam beberapa masalah yang belum dipahami
Penelitian fokus pada aspek psikomotor dalam kegiatan praktek sholat jenazah. Rabu, 8 Agustus 2018,pkl.16.00-1730
Penelitian ke-3, penilitian difokuskan pada aspek psikomotor dalam penyelesaian soal PAI. Peneliti minta informen untuk mempraktekkan tata cara sholat jenazah, Alhamdulillah setelah materinya dibaca dalam prakteknya mendapat nilai 80 karena bacaannya kurang memenuhi kriteria penilaian tahsinnya.
Informan mempraktekkan sholat jenazah secara individu
Penelitian fokus pada aspek interaksi sosial sesama teman Bimbel Kamis, 9Agustus 2018,pkl.16.00-1730
Penelitian ke-4, penilitian difokuskan pada aspek interaksi sosial dengan sesama teman Bimbelnya. Komunikasi cukup baik, mudah bergaul dan cepat menyesuaikan diri dengan teman yang baru masuk BImbel. Nilai Fisika yang dikerjakan secara berkelompok dapat 90
Informan supel dan mudah beradaptasi dengan teman baru, komunikasi dengan teman baik
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Pertemuan ke-5 fokus pada aspek interaksi sosial informan dengan peneliti dan guru Bimbelnya. Selasa, 14 Agustus 2018,pkl.16.00-17.30
Penelitian ke-5 fokus pada interaksi informan dengan guru Bimbel dan peneliti. Pada dasarnya karakteristik informen ini memang supel, mudah berkomunikasi, berwawasan tetapi peka terhadap lingkungan belajar yang tidak kondusif seperti berisik dan banyak canda. Informan ini memilki tipe individu yang tenang. Saat mengerjakan 2 soal latihan yang dibuat peneliti tampak gejala emosional karena kelas sebelahnya tidak kondusif, sehingga interaksi dengan peneliti maupun gurupun agak tegang nilai yang didapat dalam latihan Biologipun hanya mencapai 84, ada beberapa istilah yang kurang dipahami.
Kepekaan terhadap lingkungan belajar yang kurang kondusif berakibat komunikasi dengan guru maupun peneliti agak terganggu sehingga capaian nilaipun hanya mendapat 84 untuk latihan Biologi
Peneliti menggunakan metode penugasan untuk mencari permasalahan dari buku Kimia mempela-jarinya kemudian mem-presentasikannya. Rabu, 15 Agustus 2018, pkl.16.00-17.30
Penelitian ke-6 peneliti mulai memahami karakteristik infoman sehigga penelitian difokuskan pada pengembangan pola piker dalam menyelesaikan soal-soal yang dihadapi secara utuh. Selama pengamatan informen selalu aktif banyak bertanya sehingga menimbulkan kecemburuan bagi yang lain yang sama-sama ingin bertanya.Solusi pemahaman yang bisa ditanamkan pada informan adalah dengan menerapkan metode penugasan mencari permasalah Kimia atau intisari dari satu permasalahan tersebut kemudian mempresentasikannya. Hasilnya memang sangat efektif. Informan dapat mempresentasikan masalah dengan baik dan memdapat nilai 85.
Informan mencari permasalahan Kimia, membaca dan mempelajarinya kemudian mempresentasikannya
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Peneliti fokus pada aspek afektif tentang etika berkomunikasi yang santun terhadap sesama teman, guru, peneliti atau yang lebih tua Senin, 20 Agustus 2018, pkl.16.00-17.30
Penelitian ke-7 peneliti focus pada aspek afektif yang dirasa masih perlu bimbingan khusus karena etika dalam belajar harus ditanamkan dan diingatkan terus agar terbiasa dengan budaya yang etis dan santun dal;am berkomunikasi dengan teman guru atau yang lebih tua. Peneliti membimbing dalam menyikapi etika berkomunikasi. Informan menyadari bahwa dirinya sedang dalam proses perbaikan dan pembelajaran untuk bertetika yang lebih santun dan menyampaikan pertanyaan atas masalah yang tidak dipahami kepada guru atau peneliti. Alhamdulillah penelitian ini berhasil membangun karakter siswa yang lebih santun dan berbudaya
Etika komunikasi yang santun sebagai budaya yang harus dilestarikan
Peneliti fokus pada aspek psikomotor saat proses belajar di Bimbel melalui kegiatan mencatat di papan tulis kecil. Selasa, 21 Agustus 2018,pkl. 16.00-17.30
Penelitian ke-8 fokus pada aspek psikomotor dalam aktivitas belajar terutama kegiatan catat mencatat. Bimbel memfasilitasi papan tulis kecil untuk menulis latihan dan catatan-catatan hasil resume dari bacaan yang ditugaskan gurunya. Tampak informan aktif menulis kemudian memfotonya untuk dipelajari ulang atau sebagai catatan di Hpnya. Kegiatan ini cukup efektif untuk pengembangan psikomotor informen.
Informan mengaktuali-sasikan kemampuan hafalannya dalam tulisan yang dicatat di papan tulis kecil dan latihan soalpun ditulis di papan tulis kecil.
Peneliti fokus pada aspek Psikologi perkembangan yang berkaitan dengan ekspresi dan kreasi. Kamis, 23 Agustus 2018, pkl. 16.00-17.30
Penelitian ke-9 fokus pada aspek Psikologi Perkembangan dalam kaitannya dengan kemampuan berekspresi dan berkreasi. Secara psikis, perkembangan jiwanya cukup kuat. Informen adalah seorang yatim yang harus mewujudkan impian almarhum papanya untuk menjadi seorang dokter. Dengan impiannya itu ia belajar maksimal dan terbukti prestasinya sangat membanggakan. Walau kehidupannya berbeda namun ekspresi yang ditampilkan sangat tegar, semangat mewujudkan impian hidupnya.
Dari segi psikologi perkembangan, informan secara psikis cukup ekspresif dan kreatif dalam menghadapi permsalahan kehidupannya.
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Peneliti fokus pada gabungan tiga aspek kognitif,afektif dan psikomotor dalam satu kegiatan matematika latihan soal dari buku paket. Senin, 27, Agustus 2018, pkl.16.00-17.30
Penelitian ke-10, peneliti focus pada gabungan antara kognitif, afektif dan psikomotor pada satu aktifitas belajar matematika. Ternyata setelah diteliti aspek demi aspek secara terpisah peneliti dapat menarik kesimpulan khusus. Saatnya peneliti mengkolaborasikan ketiga aspek dalam satu kegiatan. Hasilnya memang informan adalah siswa hebat yang tegar penuh dedikasi dan motivasi belajar tiungi karena ingin mewujudkan cita-cita almahum ayahnya untuk menjadi seorang dokter.
Informan menunjukkan aspek kognitif,afektif dan psikomotor dalam mengerjakan soal matematika
Peneliti fokus pada evaluasi penerapan nilai-nilai bu-daya ber-etika dalam interaksi sosial budaya yg etis, santun dan lembut bertutur kata. Selasa, 28 Agustus 2018, pkl. 16.00-17.30
Penelitian ke-11 peneliti fokus pada evaluasi penerapan nilai-nilai budaya beretika dalam interaksi sosial buadaya mengingat generasi muda saat ini sudah terkontaminasi akulturasi budaya barat. Informan yang memang hidup di tengah-tengah kemajuan jaman harus disosialisasikan kembali nilai-nilai budaya timur yang etis, santun, lembut dalam bertutur kata serta tidak mudah terpancing oleh gejolak emosi sesaat.
Informan harus membiasakan diri dengan menampilkan sikap yang etis, santun dan lembut dalam bertutur kata.
Peneliti fokus pada evaluasi perubahan sikap dalam belajar. Senin, 3 September 2018, pkl. 19.00-1730
Penelitian ke-12, peneliti focus pada evaluasi perubahann sikap dalam belajar agar lebih efektif dan efisien waktu sehingga waktu yang tersedia dapat dimaksimalkan untuk membahas beberapa pelajaran secara utuh pemehemnnya. Informan sudah mulai menyadari kekurangan dan kelebihanya dalam memanfaatkan waktu belajar. Diharapkan stelah penelitian beberapa kali informen dapat materi khusus untuk bida diperbaiki kea rah yang lebih baik dan lebih bermanfaat
Informan, dapat menerima perubahan yang dikehendaki guru Bimbel dan peneliti dalam menyikapi sikap belajar yang efektif dan efisien waktu.
* Refleksi
Hal-hal yang bisa saya reflesikan dari hasil wawancara ini antara lain:
- Kegiatan Bimbel
- Aspek kognitif, afektif dan psikomotor informen dam kegiatan belajar di Bimbel.
Catatan Lapangan : Bimbel dan Prestasi Belajar
Tempat : Bimbel Al Qur’aniyyah Radio Dalam Jakarta
Informan : Fdl. Kelas V
Peneliti : Anisa
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Pra penelitian
Wawancara
P (Anisa)-Fdl.
Senin, 6Agustus 2018,pkl. 14.00-15.30
Hari ini saya memulai penelitian lapangan dengan satu tema yang telah ditentukan bersama dengan anggota tim penelitian yaitu mencari tahu hubungan antara Bimbel dengan prestasi belajar. Untuk tema ini saya akan mengobservasi secara mendalam melalui wawancara dengan perwakilan siswa peserta Bimbel yang disebut informen dengan nama inisial Fdl. Pertanyaan seputar masalah belajar di Bimbel dan hasil dari belajar itu. Penelitian dimulai dari pukul 14.00 – 15.30 WIB dimana saya langsung mendatangi salah satu siswa SD kelas V.
P :”Sudah berapa kamu mengikuti Bimbel
ini?”
Fdl. :”Saya ikut Bimbel ini dari kelas 1 SD,
Kak.”
P :”Bimbel yang kamu ikuti ini, semua
mata pelajaran atau hanya
matematika saja.”
Fdl. :”Semua mata pelajaran Bu.”
P :”Menurut kamu, setelah ikut Bimbel
bagaimanahasil belajar yang
diperoleh?”
Fdl. :”Setelah ikut Bimbel nilai saya lumayan,
Kak.”
P :”Nilai utama seperti IPA, Bahasa
Indonesia dan Matematika
bagaiman, apa ada peningkatan dari
sebelumnya?”
Fdl. :”Alhamdulillah, ada dulu saya kurang
memahami matematika sekarang saya
sudah paham Kak.”
Bimbel merupakan sing-katan dari Bimbingan belajar yang bermakna sebagai tempat kegiatan alternatif untuk menda-patkan pemahaman dan pendalaman materi pem-belajaran secara intensif dan lebih jelas.Bimbel sebagai pilihan belajar alternatifnya karena memberikan kontribusi nilai yang sangat signifikan.
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Latihan me-nyelesaikan 5 soal Matematika dari buku paket
Pengamatan difokuskan pada aspek kognitif
Di hari penelitian ke-1 peneliti mencoba mengobservasi aspek kognitif melalui tes matematika. Untuk mengetahui kemam-
puan prestasi yang dicapai informan diberi soal latihan sesuai buku paket dari sekolahnya hasilnya memang 80. Membuktikan di awal penelitian memang informan sudah memahami matematika.
Dalam latihan matematika informan mampu menyelesaikan soal yang diberikan peneliti hamper sempurna
Hari ke-2 pengamatan difokuskan pada aspek afektif terhadap latihan menyelesaikan soal IPA Rabu, 8 Agustus 2018, pkl.14.00-15.30
Penelitian ke-2 peneliti mencoba mengobservasi aspek afektif yang ditampilkan dalam kegiatan belajar di Bimbel ini. Yang diamati adalah sikap saat menyelesaikan soal IPA. Informan mengerjakannya dengan tenang dan kritis selalu bertanya rumus yang belum hafal dan cara yang belum dipahami. Keaktifannya dalam bertanya menunjukkan ia adalah siswa yang aktif dan memilki tanggung jawab jika tugasnya belum selesai tidak berhenti bertanya agar cepat selesai.
Di hari ke-2 ini tetap ada nilai latihan yang masuk yaitu latihan Kimia nilainya 84.
Aktif bertanya dalam beberapa masalah yang belum dipahami
Penelitian fokus pada aspek psikomotor dalam kegiatan praktek sholat Maghrib. Kamis, 9 Agustus 2018,pkl.14.00-1530
Penelitian ke-3, penilitian difokuskan pada aspek psikomotor dalam penyelesaian soal PAI. Peneliti minta informen untuk mempraktekkan tata cara sholat Maghrib, walaupun bukan bagian dari silabus kelas V Alhamdulillah setelah materinya dibaca dalam prakteknya mendapat nilai 80 karena bacaannya Surahnya kurang hafal dan kuranga memenuhi penilaian tahsinnya.
Informan mempraktekkan sholat Maghrib secara individu
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Pertemuan ke-4 fokus pada aspek interaksi sosial informan dengan peneliti dan guru Bimbelnya.
Pertemuan ke-5 fokus pada interaksi sosial informan dengan sesama teman Bimbelnya.
Selasa, 14 Agustus 2018,pkl.14.00-15.30
Penelitian ke-4 fokus pada interaksi informen dengan guru Bimbel dan peneliti. Pada dasarnya informan ini mudah berkomunikasi, berwawasan sehingga saat bertanya dan menjawab ada interaksi yang positif sehingga nila Bahasa Indonesianya mencapai 80, ada beberapa istilah yang kurang dipahami.

Senin, 20 Agustus 2018, pkl.14.00-15.30
Penelitian ke-5 fokus pada interaksi sosial informan dengan sesama teman Bimbelnya. Komunikasi baik, mudah bergaul, saling memahami kesulitan teman. Nilai Matematika yang dikerjakan dengan berkelompok mendapat 82 ini berarti bahwa interaksi belajar dengan temannya cukup baik.
Interaksi sosial dengan guru maupun peneliti baik sehingga capaian nilaipun hanya mendapat 80 untuk latihan Fisika.
Interaksi sosial informan baik, komunikasi dengan teman juga baik,mudah bergaul.
Peneliti menggunakan metode penugasan untuk mencari soal dari buku IPA . Selasa, 21 Agustus 2018, pkl.14.00-15.30
Penelitian ke-6 peneliti mulai memahami karakteristik infomen sehigga penelitian difokuskan pada intelejensi dalam menyelesaikan soal-soal IPA yang dihadapi secara utuh. Selama pengamatan informen selalu aktif banyak bertanya sehingga hasilnya memang sangat efektif. Informen dapat mempresentasikan masalah dengan baik dan memdapat nilai 80.
Informan mencari permasalahan IPA, membaca dan mempelajarinya.
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Peneliti fokus pada aspek afektif tentang etika Sopan –santun terhadap sesama teman, guru, peneliti atau yang lebih tua Kamis, 23Agustus 2018, pkl.14.00-15.30
Penelitian ke-7 peneliti focus pada aspek afektif yang dirasa masih perlu bimbingan khusus karena etika dalam belajar harus ditanamkan dan diingatkan terus agar terbiasa dengan budaya yang sopan dan santun dal;am berinteraksi dengan teman guru atau yang lebih tua. Peneliti membimbing dalam menyikapi etika berinteraksi.
Etika sopan-santun sebagai budaya yang harus dilestarikan
Peneliti fokus pada aspek psikomotor saat proses belajar di Bimbel melalui kegiatan mencatat di papan tulis kecil. Senin, 27 Agustus 2018,pkl. 14.00-15.30
Penelitian ke-8 fokus pada aspek psikomotor dalam aktivitas belajar terutama kegiatan catat mencatat. Bimbel memfasilitasi papan tulis kecil untuk menulis latihan dan catatan-catatan hasil resume dari bacaan yang ditugaskan gurunya. Tampak informan aktif menulis kemudian memfotonya untuk dipelajari ulang atau sebagai catatan di Hpnya. Kegiatan ini cukup efektif untuk pengembangan psikomotor informen.
Informan mengaktuali-sasikan kemampuan hafalannya dalam tulisan yang dicatat di papan tulis kecil dan latihan soalpun ditulis di papan tulis kecil.
Peneliti fokus pada aspek Psikologi perkembangan yang berkaitan dengan ekspresi dan kreasi. Selasa, 28 Agustus 2018, pkl. 14.00-15.30
Penelitian ke-9 fokus pada aspek Psikologi Perkembangan dalam kaitannya dengan kemampuan berekspresi dan berkreasi. Secara psikis, perkembangan mentalnya cukup baik. Informan bersekolah di SD Negeri yang teman-temannya beragam sifat dan wataktetapi mampu beradaptasi dengan lingkungan seperti itu tidak minder dan tetap percaya diri Ekpresi yang ditampilkan sangat tegar, penuh semangat untuk mengejar cita-cita
Dari segi psikologi perkembangan, informan secara psikis cukup ekspresif menghadapi permsalahan dan kreatif dalam kehidupannya.
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Peneliti fokus pada gabungan tiga aspek kog-nitif, afektif & psikomotor dalam satu ke-giatan mate-matika latihan soal dari buku paket. Senin, 3 September2018, pkl.14.00-15.30
Penelitian ke-10, peneliti focus pada gabungan antara kognitif, afektif dan psikomotor pada satu aktifitas belajar matematika. Ternyata setelah diteliti aspek demi aspek secara terpisah peneliti dapat menarik kesimpulan khusus. Saatnya peneliti mengkolaborasikan ketiga aspek dalam satu kegiatan. Hasilnya memang informen adalah siswa yang tegar, disiplin dan motivasi belajar tinggi
Informan menunjukkan aspek kognitif,afektif dan psikomotor dalam mengerjakan soal matematika
Peneliti fokus pada evaluasi penerapan nilai budaya beretika dalam interaksi sosial budaya yang sopan - santun Selasa, 4 September 2018, pkl. 14.00-15.30
Penelitian ke-11 peneliti fokus pada evaluasi penerapan nilai-nilai budaya beretika dalam berinteraksi dengan siapapun mengingat generasi muda saat ini sudah dipengaruhi budaya barat. Informan yang hidup di tengah-tengah kemajuan jaman harus disosialisasikan kembali nilai-nilai budaya timur yang menghormati nilai-nilai kesopanan, dan kesantunan.
Informan harus membiasakan diri dengan menampilkan sikap yang sopan dan santun dalam segala bidang.
Peneliti fokus pada evaluasi perubahan sikap dalam belajar. Kamis, 6 September 2018, pkl. 14.00-1530
Penelitian ke-12, peneliti fokus pada evaluasi perubahann sikap dalam belajar agar lebih efektif dan efisien waktu sehingga waktu yang tersedia dapat dimaksimalkan untuk membahas beberapa pelajaran secara utuh pemehemnnya. Informan sudah mulai menyadari kekurangan dan kelebihanya dalam memanfaatkan waktu belajar.
Informan, dapat menerima perubahan yang dikehendaki guru Bimbel dan peneliti dalam menyikapi sikap belajar yang efektif dan efisien waktu.
* Refleksi
Hal-hal yang bisa saya reflesikan dari hasil wawancara ini antara lain:
- Kegiatan Bimbel
- Aspek kognitif, afektif dan psikomotor informan
Catatan Lapangan : Bimbel dan Prestasi Belajar
Tempat : Bimbel Al Qur’aniyyah Radio Dalam Jakarta
Informen : Ad . Kelas VII
Peneliti : Ine Ratu Fadliah
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Pra penelitian
Wawancara
P (Ine Ratu F)-Ad.
Selasa, 7Agustus 2018,pkl. 16.00-17.30
Hari ini saya memulai penelitian lapangan dengan satu tema yang telah ditentukan bersama dengan anggota tim penelitian yaitu mencari tahu hubungan antara Bimbel dengan prestasi belajar. Untuk tema ini saya akan mengobservasi secara mendalam melalui wawancara dengan perwakilan siswa peserta Bimbel yang disebut informen dengan nama inisial Ad. Pertanyaan seputar masalah belajar di Bimbel dan hasil dari belajar itu. Penelitian dimulai dari pukul 16.00 – 17.30 WIB dimana saya langsung mendatangi salah satu siswa SMP kelas VII
P :”Sudah berapa kamu mengikuti Bimbel
ini?”
Ad. :”Saya ikut Bimbel ini dari kelas 3 SD,
Bu.”
P :”Bimbel yang kamu ikuti ini, semua
mata pelajaran atau hanya
matematika saja.”
Ad. :”Semua mata pelajaran Bu.”
P :”Menurut kamu, apa hasil belajar
yang diperoleh dari Bimbel ini?”
Ad. :”Yang, pasti sangat banyak bukan hanya
Nilai ulangan nilai PR juga.
P :”Nilai utama seperti IPA, Bahasa Inggris,
Bahasa Indonesia dan Matematika
bagaiman, apa ada peningkatan dari
sebelumnya?”
Ad. :”Alhamdulillah, ada dulu saya kurang
memahami matematika sekarang saya
sudah bisa memberitahu cara mudahnya
mengerjakan matematika begitu juga
pelajaran lainnya ada peningkatan kok.”
Bimbel merupakan sing-katan dari Bimbingan belajar yang bermakna sebagai tempat kegiatan alternatif untuk menda-patkan pemahaman dan pendalaman materi pem-belajaran secara intensif dan lebih jelas.Bimbel sebagai pilihan belajar alternatifnya karena memberikan kontribusi nilai yang sangat signifikan.
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Latihan me-nyelesaikan 5 soal Matematika dari buku paket
Pengamatan difokuskan pada aspek kognitif
Di hari penelitian ke-1 peneliti mencoba mengobservasi aspek kognitif melalui tes matematika. Untuk mengetahui kemam-
puan prestasi yang dicapai informan diberi soal latihan sesuai buku paket dari sekolahnya hasilnya memang 90. Membuktikan di awal penelitian memang informan sudah memahami matematika.
Dalam latihan matematika informan mampu menyelesaikan soal yang diberikan peneliti hamper sempurna
Hari ke-2 pengamatan difokuskan pada aspek afektif terhadap latihan menyelesaikan soal IPA Rabu, 8 Agustus 2018, pkl.16.00-17.30
Penelitian ke-2 peneliti mencoba mengobservasi aspek afektif yang ditampilkan dalam kegiatan belajar di Bimbel ini. Yang diamati adalah sikap saat menyelesaikan soal IPA. Informan mengerjakannya dengan tenang dan kritis selalu bertanya rumus yang belum hafal dan cara yang belum dipahami. Keaktifannya dalam bertanya menunjukkan ia adalah siswa yang aktif dan memilki tanggung jawab jika tugasnya belum selesai tidak berhenti bertanya agar cepat selesai.
Di hari ke-2 ini tetap ada nilai latihan yang masuk yaitu latihan Kimia nilainya 84.
Aktif bertanya dalam beberapa masalah yang belum dipahami
Penelitian fokus pada aspek psikomotor dalam kegiatan praktek sholat Dhuha. Kamis, 9 Agustus 2018,pkl.16.00-1730
Penelitian ke-3, penilitian difokuskan pada aspek psikomotor dalam penyelesaian soal PAI. Peneliti minta informen untuk mempraktekkan tata cara sholat Dhuha, walaupun bukan bagian dari silabus kelas VII Alhamdulillah setelah materinya dibaca dalam prakteknya mendapat nilai 82 karena bacaannya Surahnya kurang hafal dan kuranga memenuhi penilaian tahsinnya.
Informan mempraktekkan sholat Dhuha secara individu
Pertemuan ke-4 fokus pada aspek interaksi sosial informen dengan peneliti dan guru Bimbelnya. Selasa, 14 Agustus 2018,pkl.16.00-17.30
Penelitian ke-4 fokus pada interaksi informen dengan guru Bimbel dan peneliti. Pada dasarnya karakteristik informen ini mudah berkomunikasi, berwawasan sehingga saat bertanya dan menjawab ada interaksi yang positif sehingga nila Bahasa Indonesianya mencapai 87, ada beberapa istilah yang kurang dipahami.
Interaksi sosial dengan guru maupun peneliti baik sehingga capaian nilaipun hanya mendapat 89 untuk latihan Fisika.
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Pertemuan ke-5 fokus pada interaksi social infomen dengan sesame teman Bimbelnya. Senin, 20 Agustus 2018, pkl.16.00-17.30
Penelitian ke-5 fokus pada interaksi social informen dengan sesama teman Bimbelnya. Komunikasi baik, mudah bergaul, saling memahami kesulitan teman. Nilai Matematika yang dikerjakan dengan berkelompok mendapat 85 ini berarti bahwa interaksi belajar dengan temannya cukup baik.
Interaksi sosial informan baik, komunikasi dengan teman juga baik,mudah bergaul.
Peneliti menggunakan metode penugasan untuk mencari soal dari buku IPA . Selasa, 21 Agustus 2018, pkl.16.00-17.30
Penelitian ke-6 peneliti mulai memahami karakteristik infomen sehigga penelitian difokuskan pada intelejensi dalam menyelesaikan soal-soal IPA yang dihadapi secara utuh. Selama pengamatan informen selalu aktif banyak bertanya sehingga hasilnya memang sangat efektif. Informen dapat mempresentasikan masalah dengan baik dan memdapat nilai 85.
Informen mencari permasalahan IPA, membaca dan mempelajarinya.
Peneliti fokus pada aspek afektif tentang etika Sopan –santun terhadap sesama teman, guru, peneliti atau yang lebih tua Kamis, 23Agustus 2018, pkl.16.00-17.30
Penelitian ke-7 peneliti focus pada aspek afektif yang dirasa masih perlu bimbingan khusus karena etika dalam belajar harus ditanamkan dan diingatkan terus agar terbiasa dengan budaya yang sopan dan santun dal;am berinteraksi dengan teman guru atau yang lebih tua. Peneliti membimbing dalam menyikapi etika berinteraksi.
Etika sopan-santun sebagai budaya yang harus dilestarikan
Peneliti fokus pada aspek psikomotor saat proses belajar di Bimbel melalui kegiatan mencatat di papan tulis kecil. Senin, 27 Agustus 2018,pkl. 16.00-17.30
Penelitian ke-8 fokus pada aspek psikomotor dalam aktivitas belajar terutama kegiatan catat mencatat. Bimbel memfasilitasi papan tulis kecil untuk menulis latihan dan catatan-catatan hasil resume dari bacaan yang ditugaskan gurunya. Tampak informan aktif menulis kemudian memfotonya untuk dipelajari ulang atau sebagai catatan di Hpnya. Kegiatan ini cukup efektif untuk pengembangan psikomotor informan.
Informan mengaktuali-sasikan kemampuan hafalannya dalam tulisan yang dicatat di papan tulis kecil dan latihan soalpun ditulis di papan tulis kecil.
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Peneliti fokus pada aspek Psikologi perkembangan yang berkaitan dengan ekspresi dan kreasi. Selasa, 28 Agustus 2018, pkl. 16.00-17.30
Penelitian ke-9 fokus pada aspek Psikologi Perkembangan dalam kaitannya dengan kemampuan berekspresi dan berkreasi. Secara psikis, perkembangan mentalnya cukup baik. Informen bersekolah di komunitas social ekonomi menengah atas tetapi mampu beradaptasi dengan lingkungan seperti itu tidak minder dan tetap percaya diri. Ekpresi yang ditampilkan sangat tegar, penuh semangat untuk mengejar cita-cita
Dari segi psikologi perkembangan, informen secara psikis cukup ekspresif menghadapi permsalahan dan kreatif dalam kehidupannya.
Peneliti fokus pada gabungan tiga aspek kognitif,afektif dan psiko-motor dalam satu kegiatan matematika latihan soal buku paket. Senin, 3 September2018, pkl.16.00-17.30
Penelitian ke-10, peneliti focus pada gabungan antara kognitif, afektif dan psikomotor pada satu aktifitas belajar matematika. Ternyata setelah diteliti aspek demi aspek secara terpisah peneliti dapat menarik kesimpulan khusus. Saatnya peneliti mengkolaborasikan ketiga aspek dalam satu kegiatan. Hasilnya memang informen adalah siswa yang tegar, disiplin dan motivasi belajar tinggi
Informen menunjukkan aspek kognitif,afektif dan psikomotor dalam mengerjakan soal matematika
Peneliti fokus pada evaluasi penerapan nilai budaya beretika dalam interaksi sosial budaya yang sopan - santun Selasa, 4 September 2018, pkl. 16.00-17.30
Penelitian ke-11 peneliti fokus pada evaluasi penerapan nilai-nilai budaya beretika dalam berinteraksi dengan siapapun mengingat generasi muda saat ini sudah dipengaruhi budaya barat. Informan yang hidup di tengah-tengah kemajuan jaman harus disosialisasikan kembali nilai-nilai budaya timur yang menghormati nilai-nilai kesopanan, dan kesantunan.
Informen harus membiasakan diri dengan menampilkan sikap yang sopan dan santun dalam segala bidang.
Peneliti fokus pada evaluasi perubahan sikap dalam belajar. Kamis, 6September 2018, pkl. 19.00-1730
Penelitian ke-12, peneliti focus pada evaluasi perubahann sikap dalam belajar agar lebih efektif dan efisien waktu sehingga waktu yang tersedia dapat dimaksimalkan untuk membahas beberapa pelajaran secara utuh pemehemnnya. Informan sudah mulai menyadari kekurangan dan kelebihanyya dalam memanfaatkan waktu belajar.
Informan, dapat menerima perubahan yang dikehendaki guru Bimbel dan peneliti dalam menyikapi sikap belajar yang efektif dan efisien waktu.
* Refleksi
Hal-hal yang bisa saya reflesikan dari hasil wawancara ini antara lain:
- Kegiatan Bimbel
- Aspek kognitif, afektif dan psikomotor informan.
Catatan Lapangan : Bimbel dan Prestasi Belajar
Tempat : Bimbel Al Qur’aniyyah Radio Dalam Jakarta
Informen : Lqmn. Kelas XI
Peneliti : Rusdianto
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Pra penelitian
Wawancara
P (Rusdianto)-Lqmn
Rabu, 8 Agustus 2018,pkl. 16.00-17.30
Hari ini saya memulai penelitian lapangan dengan satu tema yang telah ditentukan bersama dengan anggota tim penelitian yaitu mencari tahu hubungan antara Bimbel dengan prestasi belajar. Untuk tema ini saya akan mengobservasi secara mendalam melalui wawancara dengan perwakilan siswa peserta Bimbel yang disebut informen dengan nama inisial Lqmn. Pertanyaan seputar masalah belajar di Bimbel dan hasil dari belajar itu. Penelitian dimulai dari pukul 16.00 – 17.30 WIB dimana saya langsung mendatangi salah satu siswa SMA kelas XI
P :”Sudah berapa kamu ikut Bimbel sudah?”
Lqmn :”Saya ikut Bimbel ini dari kelas X, Pa.
P :”Bimbel yang kamu ikuti ini, semua
mata pelajaran atau hanya
matematika saja.”
Lqmn :”Semua mata pelajaran Pa.”
P :”Menurut kamu, apa hasil belajar
yang diperoleh dari Bimbel ini?”
Lqmn :”Yang, pasti sangat banyak bukan hanya
nilai prestasi sekolah tetapi motivasi
untuk kuliah dapat juga.”
P :”Nilai utama seperti Fisika, Kimia,
Biologi dan Matematika bagaiman, apa
ada peningkatan dari sebelumnya?”

Lqmn :”Alhamdulillah, ada dulu saya kurang memahami matematika sekarang saya sudah bisa memberitahu teman saya,begitu juga pelajaran lainnya ada peningkatan juga.”
Bimbel merupakan sing-katan dari Bimbingan belajar yang bermakna sebagai tempat kegiatan alternatif untuk menda-patkan pemahaman dan pendalaman materi pem-belajaran secara intensif dan lebih jelas.Bimbel sebagai pilihan belajar alternatifnya karena memberikan kontribusi nilai yang sangat signifikan.
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Latihan me-nyelesaikan 5 soal Matematika dari buku paket
Pengamatan difokuskan pada aspek kognitif
Di hari penelitian ke-1 peneliti mencoba mengobservasi aspek kognitif melalui tes matematika. Untuk mengetahui kemam-
puan prestasi yang dicapai informan diberi soal latihan sesuai buku paket dari sekolahnya hasilnya memang 93. Membuktikan di awal penelitian memang informan sudah memahami matematika.
Dalam latihan matematika informan mampu menyelesaikan soal yang diberikan peneliti hamper sempurna
Hari ke-2 pengamatan difokuskan pada aspek afektif terhadap latihan menyelesaikan soal Kimia Kamis, 9 Agustus 2018, pkl.16.00-17.30
Penelitian ke-2 peneliti mencoba mengobservasi aspek afektif yang ditampilkan dalam kegiatan belajar di Bimbel ini. Yang diamati adalah sikap saat menyelesaikan soal Kimia. Informan mengerjakannya dengan tenang dan kritis selalu bertanya rumus yang hafal dan cara yang belum dipahami. Keaktifannya dalam bertanya menunjukkan ia adalah siswa yang aktif dan memilki tanggung jawab jika tugasnya belum selesai tidak berhenti bertanya agar cepat selesai.
Di hari ke-2 ini tetap ada nilai latihan yang masuk yaitu latihan Kimia nilainya 84.
Aktif bertanya dalam beberapa masalah yang belum dipahami
Penelitian fokus pada aspek psikomotor dalam kegiatan praktek sholat Tahajud. Rabu, 15 Agustus 2018,pkl.16.00-1730
Penelitian ke-3, penilitian difokuskan pada aspek psikomotor dalam penyelesaian soal PAI. Peneliti minta informen untuk mempraktekkan tata cara sholat Tahajud, walaupun bukan bagian dari silabus kelas XI IPA Alhamdulillah setelah materinya dibaca dalam prakteknya mendapat nilai 85 karena bacaannya kurang memenuhi kriteria penilaian tahsinnya.
Informan mempraktekkan sholat Tahajud secara individu
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Pertemuan ke-4 fokus pada aspek interaksi sosial informan dengan peneliti dan guru Bimbelnya.
Pertemuan ke-5 fokus pada interaksi social infoman dengan sesame teman Bimbelnya.
Kamis, 16 Agustus 2018,pkl.16.00-17.30
Penelitian ke-4 fokus pada interaksi informen dengan guru Bimbel dan peneliti. Pada dasarnya informan ini mudah berkomunikasi, berwawasan dan interaksi dengan gurupun baik, nilai yang didapat dalam latihan Fisikapun mencapai 89, ada karena beberapa istilah yang kurang dipahami.

Senin, 20 Agustus 2018, pkl.16.00-17.30
Penelitian ke-5 fokus pada interaksi social informan dengan sesama teman Bimbelnya. Komunikasi baik, mudah bergaul, saling memahami kesulitan teman. Nilai matematika yang dikerjakan secara kelompokpun dapat 88
Interaksi sosial dengan guru maupun peneliti baik sehingga capaian nilaipun hanya mendapat 89 untuk latihan Fisika.
Interaksi social informan baik, komunikasi dengan teman juga baik,mudah bergaul.
Peneliti menggunakan metode penugasan untuk mencari permasalahan dari buku Fisika mempela-jarinya kemudian mempresentasikannya. Selasa, 21 Agustus 2018, pkl.16.00-17.30
Penelitian ke-6 peneliti mulai memahami karakteristik infomen sehigga penelitian difokuskan pada intelejensi dalam menyelesaikan soal-soal yang dihadapi secara utuh. Selama pengamatan informen selalu aktif banyak bertanya sehingga hasilnya memang sangat efektif. Informen dapat mempresentasikan masalah dengan baik dan memdapat nilai 85.
Informen mencari permasalahan Fisika, membaca dan mempelajarinya kemudian mempresentasikannya
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Peneliti fokus pada aspek afektif tentang etika berkomunikasi yang santun terhadap sesama teman, guru, peneliti atau yang lebih tua Kamis, 23Agustus 2018, pkl.16.00-17.30
Penelitian ke-7 peneliti focus pada aspek afektif yang dirasa masih perlu bimbingan khusus karena etika dalam belajar harus ditanamkan dan diingatkan terus agar terbiasa dengan budaya yang etis dan santun dal;am berkomunikasi dengan teman guru atau yang lebih tua. Peneliti membimbing dalam menyikapi etika berkomunikasi. Informan menyadari bahwa dirinya sedang dalam proses perbaikan dan pembelajaran untuk bertetika yang lebih santun dan menyampaikan pertanyaan atas masalah yang tidak dipahami kepada guru atau peneliti.
Etika komunikasi yang santun sebagai budaya yang harus dilestarikan
Peneliti fokus pada aspek psikomotor saat proses belajar di Bimbel melalui kegiatan mencatat di papan tulis kecil. Senin, 27 Agustus 2018,pkl. 16.00-17.30
Penelitian ke-8 fokus pada aspek psikomotor dalam aktivitas belajar terutama kegiatan catat mencatat. Bimbel memfasilitasi papan tulis kecil untuk menulis latihan dan catatan-catatan hasil resume dari bacaan yang ditugaskan gurunya. Tampak informan aktif menulis kemudian memfotonya untuk dipelajari ulang atau sebagai catatan di Hpnya. Kegiatan ini cukup efektif untuk pengembangan psikomotor informan.
Informen mengaktuali-sasikan kemampuan hafalannya dalam tulisan yang dicatat di papan tulis kecil dan latihan soalpun ditulis di papan tulis kecil.
Peneliti fokus pada aspek Psikologi perkembangan yang berkaitan dengan ekspresi dan kreasi. Selasa, 28 Agustus 2018, pkl. 16.00-17.30
Penelitian ke-9 fokus pada aspek Psikologi Perkembangan dalam kaitannya dengan kemampuan berekspresi dan berkreasi. Secara psikis, perkembangan mentalnya cukup kuat. Informen tinggal bersama pamannya.Walau kehidupannya di Jakarta berbeda dengan di daerah ekspresi yang ditampilkan sangat tegar, penuh semangat untuk mengejar cita-cita
Dari segi psikologi perkembangan, informen secara psikis cukup ekspresif menghadapi permsalahan dan kreatif dalam kehidupannya.
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Peneliti fokus pada gabungan tiga aspek kognitif,afektif dan psikomotor dalam satu kegiatan matematika latihan soal dari buku paket. Senin, 3 September2018, pkl.16.00-17.30
Penelitian ke-10, peneliti focus pada gabungan antara kognitif, afektif dan psikomotor pada satu aktifitas belajar matematika. Ternyata setelah diteliti aspek demi aspek secara terpisah peneliti dapat menarik kesimpulan khusus. Saatnya peneliti mengkolaborasikan ketiga aspek dalam satu kegiatan. Hasilnya memang informen adalah siswa yang tegar, disiplin dan motivasi belajar tinggi
Informan menunjukkan aspek kognitif,afektif dan psikomotor dalam mengerjakan soal matematika
Peneliti fokus pada evaluasi penerapan nilai-nilai budaya beretika dalam interaksi sosial budaya yang etis, santun dan lembut dalam bertutur kata. Selasa, 4 September 2018, pkl. 16.00-17.30
Penelitian ke-11 peneliti fokus pada evaluasi penerapan nilai-nilai budaya beretika dalam interaksi sosial buadaya mengingat generasi muda saat ini sudah terkontaminasi akulturasi budaya barat. Informen yang memang hidup di tengah-tengah kemajuan jaman harus disosialisasikan kembali nilai-nilai budaya timur yang menghormati nilai-nilai kesopana, dan kesantunan.
Informen harus membiasakan diri dengan menampilkan sikap yang sopan dan santun.
Peneliti fokus pada evaluasi perubahan sikap dalam belajar. Rabu, 5 September 2018, pkl. 19.00-1730
Penelitian ke-12, peneliti focus pada evaluasi perubahann sikap dalam belajar agar lebih efektif dan efisien waktu sehingga waktu yang tersedia dapat dimaksimalkan untuk membahas beberapa pelajaran secara utuh pemehemnnya. Informan sudah mulai menyadari kekurangan dan kelebihanyya dalam memanfaatkan waktu belajar.
Informan, dapat menerima perubahan yang dikehendaki guru Bimbel dan peneliti dalam menyikapi sikap belajar yang efektif dan efisien waktu.
* Refleksi
Hal-hal yang bisa saya reflesikan dari hasil wawancara ini antara lain:
- Kegiatan Bimbel
- Aspek kognitif, afektif dan psikomotor informan dam kegiatan belajar di
Bimbel.
Catatan Lapangan : Bimbel dan Prestasi Belajar
Tempat : Bimbel Al Qur’aniyyah Radio Dalam Jakarta
Informan : Kn. Kelas IV
Peneliti : Ratu Balqis
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Pra penelitian
Wawancara
P (Anisa)-Fdl.
Senin, 6Agustus 2018,pkl. 14.00-15.30
Hari ini saya memulai penelitian lapangan dengan satu tema yang telah ditentukan bersama dengan anggota tim penelitian yaitu mencari tahu hubungan antara Bimbel dengan prestasi belajar. Untuk tema ini saya akan mengobservasi secara mendalam melalui wawancara dengan perwakilan siswa peserta Bimbel yang disebut informen dengan nama inisial Fdl. Pertanyaan seputar masalah belajar di Bimbel dan hasil dari belajar itu. Penelitian dimulai dari pukul 14.00 – 15.30 WIB dimana saya langsung mendatangi salah satu siswa SD kelas V.
P :”Sudah berapa kamu mengikuti Bimbel
ini?”
Kn. :”Saya ikut Bimbel ini dari kelas 1 SD,
Kak.”
P :”Bimbel yang kamu ikuti ini, semua
mata pelajaran atau hanya
matematika saja.”
Kn. :”Semua mata pelajaran Bu.”
P :”Menurut kamu, setelah ikut Bimbel
Bagaimana hasil belajar yang
diperoleh?”
Kn. :”Setelah ikut Bimbel nilai saya lumayan,
Kak.”
P :”Nilai utama seperti IPA, Bahasa
Indonesia dan Matematika
bagaiman, apa ada peningkatan dari
sebelumnya?”
Kn. :”Alhamdulillah, ada kemajuan Kak.”
Bimbel merupakan sing-katan dari Bimbingan belajar yang bermakna sebagai tempat kegiatan alternatif untuk menda-patkan pemahaman dan pendalaman materi pem-belajaran secara intensif dan lebih jelas.Bimbel sebagai pilihan belajar alternatifnya karena memberikan kontribusi nilai yang sangat signifikan.
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Latihan me-nyelesaikan 5 soal Matematika dari buku paket
Pengamatan difokuskan pada aspek kognitif
Di hari penelitian ke-1 peneliti mencoba mengobservasi aspek kognitif melalui tes matematika. Untuk mengetahui kemam-
puan prestasi yang dicapai informan diberi soal latihan sesuai buku paket dari sekolahnya hasilnya memang 80. Membuktikan di awal penelitian memang informan sudah memahami matematika.
Dalam latihan matematika informan mampu menyelesaikan soal yang diberikan peneliti hamper sempurna
Hari ke-2 pengamatan difokuskan pada aspek afektif terhadap latihan menyelesaikan soal IPA Rabu, 8 Agustus 2018, pkl.14.00-15.30
Penelitian ke-2 peneliti mencoba mengobservasi aspek afektif yang ditampilkan dalam kegiatan belajar di Bimbel ini. Yang diamati adalah sikap saat menyelesaikan soal IPA. Informan mengerjakannya dengan tenang dan kritis selalu bertanya rumus yang belum hafal dan cara yang belum dipahami. Keaktifannya dalam bertanya menunjukkan ia adalah siswa yang aktif dan memilki tanggung jawab jika tugasnya belum selesai tidak berhenti bertanya agar cepat selesai.
Di hari ke-2 ini tetap ada nilai latihan yang masuk yaitu latihan Kimia nilainya 84.
Aktif bertanya dalam beberapa masalah yang belum dipahami
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Penelitian fokus pada aspek psikomotor dalam kegiatan praktek sholat Maghrib. Kamis, 9 Agustus 2018,pkl.14.00-1530
Penelitian ke-3, penilitian difokuskan pada aspek psikomotor dalam penyelesaian soal PAI. Peneliti minta informen untuk mempraktekkan tata cara sholat Maghrib, walaupun bukan bagian dari silabus kelas V Alhamdulillah setelah materinya dibaca dalam prakteknya mendapat nilai 80 karena bacaannya Surahnya kurang hafal dan kuranga memenuhi penilaian tahsinnya.
Informan mempraktekkan sholat Maghrib secara individu
Pertemuan ke-4 fokus pada aspek interaksi sosial informan dengan peneliti dan guru Bimbelnya. Selasa, 14 Agustus 2018,pkl.14.00-15.30
Penelitian ke-4 fokus pada interaksi informen dengan guru Bimbel dan peneliti. Pada dasarnya informan ini mudah berkomunikasi, berwawasan sehingga saat bertanya dan menjawab ada interaksi yang positif sehingga nila Bahasa Indonesianya mencapai 80, ada beberapa istilah yang kurang dipahami.
Interaksi sosial dengan guru maupun peneliti baik sehingga capaian nilaipun hanya mendapat 80 untuk latihan Fisika.
Pertemuan ke-5 fokus pada interaksi sosial informan dengan sesama teman Bimbelnya. Senin, 20 Agustus 2018, pkl.14.00-15.30
Penelitian ke-5 fokus pada interaksi sosial informan dengan sesama teman Bimbelnya. Komunikasi baik, mudah bergaul, saling memahami kesulitan teman. Nilai Matematika yang dikerjakan dengan berkelompok mendapat 80 ini berarti bahwa interaksi belajar dengan temannya cukup baik.
Interaksi sosial informan baik, komunikasi dengan teman juga baik,mudah bergaul.
Peneliti menggunakan metode penugasan untuk mencari soal dari buku IPA . Selasa, 21 Agustus 2018, pkl.14.00-15.30
Penelitian ke-6 peneliti mulai memahami karakteristik infomen sehigga penelitian difokuskan pada intelejensi dalam menyelesaikan soal-soal IPA yang dihadapi secara utuh. Selama pengamatan informen selalu aktif banyak bertanya sehingga hasilnya memang sangat efektif. Informen dapat mempresentasikan masalah dengan baik dan memdapat nilai 80.
Informan mencari permasalahan IPA, membaca dan mempelajarinya.
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Peneliti fokus pada aspek afektif tentang etika Sopan –santun terhadap sesama teman, guru, peneliti atau yang lebih tua Kamis, 23Agustus 2018, pkl.14.00-15.30
Penelitian ke-7 peneliti focus pada aspek afektif yang dirasa masih perlu bimbingan khusus karena etika dalam belajar harus ditanamkan dan diingatkan terus agar terbiasa dengan budaya yang sopan dan santun dal;am berinteraksi dengan teman guru atau yang lebih tua. Peneliti membimbing dalam menyikapi etika berinteraksi.
Etika sopan-santun sebagai budaya yang harus dilestarikan
Peneliti fokus pada aspek psikomotor saat proses belajar di Bimbel melalui kegiatan mencatat di papan tulis kecil. Senin, 27 Agustus 2018,pkl. 14.00-15.30
Penelitian ke-8 fokus pada aspek psikomotor dalam aktivitas belajar terutama kegiatan catat mencatat. Bimbel memfasilitasi papan tulis kecil untuk menulis latihan dan catatan-catatan hasil resume dari bacaan yang ditugaskan gurunya. Tampak informan aktif menulis kemudian memfotonya untuk dipelajari ulang atau sebagai catatan di Hpnya. Kegiatan ini cukup efektif untuk pengembangan psikomotor informen.
Informan mengaktuali-sasikan kemampuan hafalannya dalam tulisan yang dicatat di papan tulis kecil dan latihan soalpun ditulis di papan tulis kecil.
Peneliti fokus pada aspek Psikologi perkembangan yang berkaitan dengan ekspresi dan kreasi. Selasa, 28 Agustus 2018, pkl. 14.00-15.30
Penelitian ke-9 fokus pada aspek Psikologi Perkembangan dalam kaitannya dengan kemampuan berekspresi dan berkreasi. Secara psikis, perkembangan mentalnya cukup baik. Informan bersekolah di SD Negeri yang teman-temannya beragam sifat dan wataktetapi mampu beradaptasi dengan lingkungan seperti itu tidak minder dan tetap percaya diri Ekpresi yang ditampilkan sangat tegar, penuh semangat untuk mengejar cita-cita
Dari segi psikologi perkembangan, informan secara psikis cukup ekspresif menghadapi permsalahan dan kreatif dalam kehidupannya.
Kegiatan
Uraian
Refleksi Tematik
Peneliti fokus pada gabungan tiga aspek kognitif,afektif dan psiko-motor dalam satu kegiatan matematika latihan soal dari buku paket. Senin, 3 September2018, pkl.14.00-15.30
Penelitian ke-10, peneliti focus pada gabungan antara kognitif, afektif dan psikomotor pada satu aktifitas belajar matematika. Ternyata setelah diteliti aspek demi aspek secara terpisah peneliti dapat menarik kesimpulan khusus. Saatnya peneliti mengkolaborasikan ketiga aspek dalam satu kegiatan. Hasilnya memang informen adalah siswa yang tegar, disiplin dan motivasi belajar tinggi
Informan menunjukkan aspek kognitif,afektif dan psikomotor dalam mengerjakan soal matematika
Peneliti fokus pada evaluasi penerapan nilai budaya beretika dalam interaksi sosial budaya yang sopan - santun Selasa, 4 September 2018, pkl. 14.00-15.30
Penelitian ke-11 peneliti fokus pada evaluasi penerapan nilai-nilai budaya beretika dalam berinteraksi dengan siapapun mengingat generasi muda saat ini sudah dipengaruhi budaya barat. Informan yang hidup di tengah-tengah kemajuan jaman harus disosialisasikan kembali nilai-nilai budaya timur yang menghormati nilai-nilai kesopanan, dan kesantunan.
Informan harus membiasakan diri dengan menampilkan sikap yang sopan dan santun dalam segala bidang.
Peneliti fokus pada evaluasi perubahan sikap dalam belajar. Kamis, 6 September 2018, pkl. 14.00-1530
Penelitian ke-12, peneliti fokus pada evaluasi perubahann sikap dalam belajar agar lebih efektif dan efisien waktu sehingga waktu yang tersedia dapat dimaksimalkan untuk membahas beberapa pelajaran secara utuh pemehemnnya. Informan sudah mulai menyadari kekurangan dan kelebihanyya dalam memanfaatkan waktu belajar.
Informan, dapat menerima perubahan yang dikehendaki guru Bimbel dan peneliti dalam menyikapi sikap belajar yang efektif dan efisien waktu.
DOKUMENTASI PENELITIAN ETNOGRAFI PENDIDIKAN
KELOMPOK 3

Komentar